Tuesday, June 30, 2015

Download Film Detective Conan Movie 4 Captured in Her Eyes Subtitle Indonesia



CAPTURED IN HER EYES Ran menyaksikan penembakan pada inspektur Miwako. Ia menjadi shock dan menderita hilang ingatan sejarah hidup. Hal yang paling menyakitkan adalah ia kehilangan ingatannya akan Sinichi. Sungguh menyedihkan ekspresi conan pada saat itu. Momen penting adalah pada saat conan menirukan kata-kata kogoro pada eri yaitu "Aku tidak akan membiarkanmu berada dalam bahaya karena aku mencintaimu lebih dri seluruh orang yang ada di dunia ini"

 Download Film Detective Conan Movie 4 Captured in Her Eyes Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link  Download Film Detective Conan Movie 4 Captured in Her Eyes Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.


Screenshoot Film





Link Download

Usercloud




Download Film Detective Conan Movie 3 The Last Wizard Of Century Subtitle Indonesia



THE LAST WIZARD OF THE CENTURY Mengisahkan tentang dua hiasan antik berbentuk telur yang juga diincar oleh Kaitou kid. Adegan penting dalam film ini adalah ketika saat balas budi kaitou kid kepada sinichi dengan melakukan penyamaran sebagai sinichi saat ran sedang menelepon sinichi. adegan terindah adalah saat KID mengeluarkan satu per satu burung-burung merpati dan menghilang pergi.

Download Film Detective Conan Movie 3 The Last Wizard Of Century Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film Detective Conan Movie 3 The Last Wizard Of Century Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.




Screenshooot Film






Link Download

Indowebster

Download Film Detective Conan Movie 2 The Fourteenth Target Subtitle Indonesia



THE FOURTEENTH TARGET Film ini mengisahkan pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang pelaku kejahatan yang selalu meninggalkan simbol-simbol yang menunjukkan urutan pada kartu poker. Hal penting dalam film ini adalah saat conan diberikan napas buatan dari mulut ke mulut oleh ran ketika ia tenggelam padahal ran sendiri juga dalam keadaan yang sedang tenggelam. kemudian adegan dramatis saat conan menembakkan peluru yang menyerempet kaki ran agar sang pelaku tidak dapat menjadikan ran sebagai sandera yang akan dibawa lari.


Download Film Detective Conan Movie  2 The Fourteenth Target Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film Detective Conan Movie  2 The Fourteenth Target Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.


Screenshoot Film





Link Download

Usercloud

Download Film Detective Conan Movie 1 The Time Bombed Skyscraper Subtitle Indonesia



THE TIME-BOMBED SKYSCRAPER berkisah mengenai pengeboman yang terjadi pada gedung-gedung yang dibuat oleh seorang arsitektur kenamaan. Momen penting yang ada dalam film ini adalah ketika ran mouri terjebak dalam gedung bioskop karena ia membuat janji untuk merayakan ulng tahun sinichi di sana yang dipasangi bom sementara conan menggunakan suara sinichi untuk membimbing ran menjinakkan bomnya. kata-kata penting dalam film ini ucapan ran ketika ia ditanya mengapa ia tak menggunting kabel jebakan warna merah yang dipasang pelaku tetapi malah memotong kabel warna biru. ia berkata "tidak mungkin aku dapat memotong kabel yang warna merah karena aku tidak mau memotong benang merah yang ada antara aku dan shinichi"


Download Film Detective Conan Movie 1 The Time Bombed Skyscraper Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film Detective Conan Movie 1 The Time Bombed Skyscraper Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.



Screenshoot Film






Link Download

Usercloud


Sunday, June 21, 2015

Download Film Werewolf Boys Subtitle Indonesia



Review:
Seiring berkembangnya zaman ke arah yang semakin modern, pola berpikir manusia juga ikut mengalami pergerakan yang cukup signifikan dimana dengan pola pikir modern yang terbuka mereka semakin dapat menerima sesuatu yang jika ditilik dalam sudut pandang normal adalah sebuah hal yang sangat aneh. Hal-hal yang dulu dianggap tidak mampu untuk menggambarkan hubungan romansa antara dua insan, kini seolah menjadi sebuah lahan empuk yang memiliki potensi untuk dieksplorasi.  Kali ini, kisah cinta manusia normal dengan manusia serigala.

Kim Soon-Yi (Lee Young-lan), wanita tua yang kini tinggal di Amerika, menerima sebuah panggilan telepon dari Korea yang ternyata memberitahukan bahwa rumah miliknya akan dijual. Ia kembali, dengan niat untuk menuntaskan hal tersebut, namun ternyata justru terjerat dalam kisah masa lalunya.

47 tahun yang lalu, Soon-Yi (Park Bo-Young), seorang gadis pendiam yang karena penyakit paru-paru yang di deritanya menjadi sulit untuk bergaul, bahkan ibunya (Jang Yeong-Na), memutuskan agar Soon-Yi belajar sendiri di rumah, dan memilih untuk pindah ke sebuah rumah di desa terpencil yang dibelikan oleh Ji-Tae (Yoo Yeon-Seok), anak rekan dari almarhum suaminya, seorang pria yang ternyata menyukai Soon-Yi.

Rasa nyaman dan aman dari tempat baru mereka berubah seketika dengan kehadiran seorang pria yang bertingkah layaknya seekor serigala. Karena berbagai kendala pada masalah administrasi yang ribet, ibu Soon-Yi memutuskan untuk merawat pria yang awalnya dianggap sebagai salah satu dari 60.000 anak terlantar korban perang Korea itu, dan kemudian ia beri nama Chul-Soo (Song Joong-Ki). Soon-Yi, yang awalnya menganggap Chul-Soo sebagai "masalah", justru perlahan mulai berubah berkat kehadiran Chul-Soo, yang bahkan membawa ia keluar dari rasa putus asa yang selama ini dideritanya.

Manusia dengan vampire, manusia dengan zombie, dan kali ini manusia dengan seekor serigala yang hidup dalam rupa seorang pria yang bahkan tidak bisa berbicara, dan akan menerima perintah layaknya seekor anjing peliharaan. Sebuah premis yang menarik dari Jo Sung-hee, dimana ia menaruh seorang wanita muda dengan berbagai permasalahan yang harus ia hadapi dan terima, dan memasukkan sebuah karakter yang cukup ekstrim untuk “menyelamatkan” kehidupan wanita tersebut. Ya, jujur memang tidak begitu megah dan terkesan sedikit mellow, namun script yang ditulis oleh Jo Sung-hee terasa solid.

Sung-hee memainkan tempo dari cerita, dimana ia mampu mengkontrol beberapa proses yang punya potensi untuk membosankan justru tampil menarik, salah satunya dengan menghadirkan dua shocking moment yang bekerja dengan sangat baik. Begitupula dengan beberapa sub plot yang digambarkan dengan singkat dan jelas, tidak menutupi konflik utama, namun berhasil terus menghadirkan pertanyaan sehingga menciptakan sebuah destinasi akhir. Contohnya seperti pertanyaan dari mana Chul-Soo berasal, bagaimana bisa ia menjadi seekor serigala, itu terus berputar di pikiran sembari ikut mempertanyakan bagaimana cara Jo Sung-hee akan mengakhiri semuanya.

Film yang mengangkat tema romance dengan menggunakan dua karakter yang salah satunya tidak “normal” punya peluang untuk menjadi hancur di akhir cerita. Ya, anda tentu tidak ingin menerima sebuah ending yang konyol dan bodoh sebagai ganjaran atas kesempatan dan toleransi yang anda berikan kepada mereka untuk menampilkan kisah yang kurang masuk akal. Hebatnya, A Werewolf Boy tidak memiliki hal tersebut. Memang ia tidak punya “magic” dan tidak berakhir sesuai ekspektasi mayoritas penonton seperti apa yang diberikan oleh Warm Bodies, namun A Werewolf Boy justru punya sebuah ending yang pintar, dalam artian dia tetap mampu membuat anda merasakan kekuatan cinta dari dua karakter utamanya, dan tidak dipaksa yang mungkin akan menjadikannya tampak bodoh.

A Werewolf Boy adalah film yang memberikan berbagai elemen ceritanya dalam kapasitas yang tepat. Kuncinya terletak pada keputusan Jo Sung-hee untuk menjadikan karakter Chul-Soo nyaris tidak berbicara sepanjang film. Lebih banyak diam, dan memanfaatkan gerak tubuh serta ekspresi wajah untuk menggambarkan maksud yang ingin ia sampaikan, justru menjadikan cerita yang berputar disekitar Chul-Soo menjadi hidup. Momen lucu dan menyenangkan dihantarkan dengan baik dan manis, kisah cinta malu-malu mampu membuat saya ikut tersenyum, serta tensi dari pertikaian sengit di paruh akhir cerita dapat terasa dengan baik dan tetap stabil, semua dibalut oleh cinematography yang apik dengan palet warna yang terasa lembut di mata.

Kelemahan film ini, adalah keputusannya untuk bermain dalam lingkup yang aman. Ada beberapa bagian yang sebenarnya dapat di tekan lebih kuat dan dalam sehingga mungkin mampu tampil memukau, namun justru dihadirkan sesuai pattern yang telah ia bangun sejak awal. Ya, mungkin jika dua shocking moment itu tidak hadir, atau bahkan jika mereka tidak bekerja dengan baik, film ini akan berakhir datar, karena meskipun punya tempo cerita yang relatif stabil, mereka punya potensi untuk membosankan bagi beberapa kalangan penonton. Mungkin itu adalah semacam pertaruhan yang dilakukan oleh Jo Sung-hee, dan untungnya hal tersebut mampu menutupi kekurangan minor tadi.

Dua pemeran utama mampu menghadirkan performa yang (lagi) berada dalam level yang aman. Mereka mampu menaikkan tensi cerita yang diawal sedikit membosankan itu, lewat kisah-kisah yang mereka punya secara individu dan juga tim. Song Joong-ki memang tampil apik lewat ekspresi wajah dan gerak tubuhnya yang menghidupkan karakter manusia serigala tersebut.

Overall, A Werewolf Boy (Neukdae Sonyeon) adalah film yang menyenangkan. Ya, sekali lagi, ini adalah film yang berada dalam level aman. Sejak awal ia telah tampak memilih untuk bermain aman, dan ternyata itu terus berlanjut hingga akhir. Jelas sebuah keputusan yang tepat, karena paket yang ia tawarkan punya potensi resiko yang tinggi jika gagal di eksekusi dengan baik, dan lagipula ia juga punya dua pemeran utama yang memiliki daya tarik sangat tinggi. Film ini tetaplah sebuah paket yang menyenangkan, namun kurang berhasil menyentuh dan mengaduk-aduk sisi emosi dan kurang menginspirasi.

Download Film Werewolf Boys Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film Werewolf Boys Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.



INFO

Released
31 October 2012 (South Korea)
Country
South Korea
Language
Korean | Russia
Genre
Fantasy | Romance
Director
Sung-hee Jo
Writer
Sung-hee Jo
Starcast
Joong-ki Song, Bo-yeong Park, Bon-im Gu | See full cast and crew »
Rating
7.3/10




Screenshoot Film





Link Download

Userfiles

Acefiles

Thursday, June 4, 2015

Download Film 47 Ronin Subtitle Indonesia




Review:
Film ini sesungguhnya telah dijadwalkan akan dirilis pada akhir november tahun lalu. Ya, bukan november tahun ini melainkan tahun lalu, didorong sedikit kebelakang menuju awal bulan februari 2013 dengan alasan terkait efek visual, namun kemudian kembali ditunda hingga akhir bulan desember dengan alasan reshoots. Kemungkinannya cuma dua, upaya untuk menjadikannya tampak semakin megah, atau upaya menyelamatkan ia dari jurang kehancuran. 47 Ronin, cukup rapi, stabil, namun monoton dan kurang bernyawa.

Karena statusnya sebagai pria berdarah campuran antara British dan Jepang, Kai (Keanu Reeves) harus rela dipandang sebelah mata oleh para samurai di kerajaan tempat ia bermukim, Ako. Ia dianggap seperti sebuah masalah, namun celakanya sebuah tindakan licik dari seorang wanita bernama Mizuki (Rinko Kikuchi) kemudian membawa Kai kedalam sebuah masalah yang jauh lebih besar, menyebabkan pemimpin mereka Lord Asano (Min Tanaka) memutuskan untuk menebus kesalahan dengan memilih melakukan seppuku, dan Ako berada dibawah kendali Lord Kira (Tadanobu Asano).

Namun walaupun kini hanya menyandang status ronin, serta dihalangi sebuah perintah dari pemimpin tertinggi, Kuranosuke Oishi (Hiroyuki Sanada) tetap berniat untuk membalaskan dendamnya kepada Lord Kira sebagai upaya untuk mengembalikan kehormatan mantan pemimpinnya. Ia kemudian mengajak Kai untuk bergabung, bukan hanya karena Oishi tahu kemampuan yang dimiliki Kai, namun ikut melibatkan nasib seorang wanita bernama Mika (Kou Shibasaki) yang akan dinikahi paksa oleh Kira, wanita pujaan hati Kai.

Jika dijabarkan dalam sebuah kalimat sederhana, 47 Ronin adalah film yang sejak awal sudah tampak sangat cemas. Sumbernya adalah dana melimpah yang ia miliki, kemudian memberikan dampak domino pada cerita yang ditulis oleh Walter Hamada, Chris Morgan, dan Hossein Amini, hingga merembes pada kinerja Carl Erik Rinsch dibangku sutradara. Ya, mereka tampak terbebani tentu saja oleh tuntutan agar film ini dapat menjadi sebuah kemasan yang mewah dan megah, tapi celakanya hal tersebut pula yang ternyata kemudian menyebabkan Rinsch dan rekan-rekannya justru memilih bermain aman, bahkan cenderung setengah hati di tiap elemen film.

Ini tidak total. Dari segi cerita memang terasa rapi, kita seperti dibawa kedalam sebuah urutan petualangan yang terangkai dengan baik, berhasil menghidupkan kembali salah satu legenda masyarakat Jepang ini. Namun jika mencoba menilik sedikit lebih kedalam anda dapat dengan mudah  menemukan sebuah rasa bingung yang dimiliki oleh 47 Ronin. Film ini tidak berani, beban diawal tadi seperti menghalangi ia untuk bergerak lebih jauh dan lebih bebas, unsur sejarah ia kemas secara umum tanpa pendalaman yang berarti, kemudian melakukan kombinasi bersama sentuhan Hollywood.

Benar, tema kehormatan dan pengorbanan itu memang berhasil tersampaikan, namun dengan cara yang sangat biasa, standard dibanyak bagian, cerita terbangun dengan cara yang biasa, begitupula dengan karakter, hingga berakhir pada permainan CGI. Ini terlalu sederhana untuk sebuah legenda potensial yang kompleks, dan pada akhirnya penonton hanya akan berpegang pada warna balas dendam ketimbang hal-hal rumit yang tersimpan dibalik itu.

Screenwriter seperti sangat terbebani agar dapat menyusun sebuah kisah yang di satu sisi tampil serius namun juga harus menciptakan ruang bagi “hiburan” yang menyenangkan, memang rapi, namun ini monoton dan kaku. Sumber utama yang menyebabkan ia tampil monoton dan kaku adalah keputusan yang diambil oleh Carl Erik Rinsch sejak awal, 47 Ronin sudah ditekan sejak ia dimulai, diatur sedemikian rupa agar dapat tampil seimbang di semua elemen. Berhasil, namun gerak mondar-mandir yang ia hadirkan itu berada di level medium, jauh dari mengesankan.

Kurang bernyawa, sulit untuk menaruh simpati pada cerita dan karakter yang sejak awal tidak diberikan karakterisasi dan kedalaman yang mumpuni, padahal petualangan ini didominasi permainan dialog dalam gerak yang sabar dan stabil. Penggunaan english juga memberi dampak berarti, sulit untuk melakukan sinkronisasi pada karakter fiktif tersebut dengan kisah nyata, menghadirkan sebuah rintangan untuk dapat terjerat lebih dalam.

Yang unik dari 47 Ronin adalah ia menghadirkan sebuah proses panjang untuk mencapai finale di dua bagian, sisi emosional dari pesan dan karakter, dan juga sisi tampilan visual. Visual berhasil, set yang mengesankan, kostum yang memikat, efek visual yang cukup oke, ada nafas kuno dalam sentuhan modern yang ia tampilkan. Namun dari segi emosional: kurang memuaskan, kurang mencekam, daya tarik yang kurang kokoh dengan mudah tergerus ketika hiburan visual mulai hadir menemani. Itu juga sering menjadikan Keanu Reeves terasa kurang berharga, terlebih dengan kemampuan pemeran Jepang seperti Hiroyuki Sanada, Tadanobu Asano, dan Rinko Kikuchi memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki dengan baik.

Overall, 47 Ronin adalah film yang cukup memuaskan. Ini menarik jika menilik struktur cerita yang ia tampilkan, walaupun beberapa materi terasa kurang pas ia masih mampu untuk tampil cukup rapi, bahkan berhasil menggambarkan kembali secara garis besar informasi terkait perjuangan dan keberanian dari para Ronin. Yang menjadi masalah adalah ia tidak punya dinamika cerita yang bernyawa, yang hidup, yang menyenangkan, ini terlalu stabil di level yang sayangnya juga tidak tinggi, terasa kaku dan kerap kali monoton.

Download Film 47 Ronin Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film 47 Ronin Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.



INFO

Released
Country
USA
Language
English | Japanese
Genre
Director
Carl Rinsch
Writers
Chris Morgan (screenplay), Hossein Amini (screenplay), 2 more credits »
Starcast
Keanu ReevesHiroyuki SanadaKo Shibasaki | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 6.4/10
Ratings: 6.4/10 from 47,955 users   Metascore: 29/100
Reviews: 207 user | 161 critic | 21 from Metacritic.com



Screenshoot Film




Link Download

Tusfiles


Download Film World War z Subtitle Indonesia



Review:
Apa arti “Z” di belakang judulnya? Jika anda kebetulan belum tahu apa-apa soal film terbaru sutradara Finding Neverland dan Quantum of Solace, Marc Foster ini kecuali ada sosok Brad Pitt di dalamnya yang sebelumnya berhasil memenangi proyek mega horor ini dari tangan Leonardo DiCaprio

“Z” itu kependekan “Zombie” Ya, kamu mengenalnya sebagai salah satu mahluk penghuni dunia film horor yang paling lama bersama vampir dan werewolf, tetapi tidak seperti kedua koleganya sub genre zombie tidak banyak mengalami perubahan berarti kecuali ketika Jonathan Levine dengan ‘lancang’ memberinya terlalu banyak romantisme dan hal-hal aneh lainnya dalam Warm Bodies bersama Nicholas Hoult dan Teresa Palmer di awal tahun.

Tetapi meskipun Warm Bodies tergolong berani, fresh dan menyenangkan namun itu bukan film zombie yang kita cari, kita tidak membutuhkan invoasi besar-besaran untuk genre satu ini, semakin ‘membusuk’ idenya itu semakin baik dan Foster tidak hanya mempertahankan segala elemen-elemen klasik yang dipinjamnya dari novel milik penulis “The Zombie Survival Guide”, Max Brooks namun ia juga mentransefer setiap lembar halamannya dalam skalatiga kali lipat dari film-film tentang para mayat hidup yang pernah kamu lihat, ini seperti Contagion bertemu Dawn of the Dead.

Satu hal yang pasti, World War Z itu bergerak sangat cepat, secepat gerakan para zombie di sini, bahkan sanking cepatnya ia tidak memberikan kesempatan buat Brad Pitt yang di sini menjadi mantan penyelidik PBB menyelesaikan tebak-tebakan bersama istri dan dua putrinya dan tiba-tiba saja BOOOM!! Kita sudah melihatnya berlari ke sana kemari ditengah-tengah kekacauan besar bersama ledakan dan jeritan-jeritan mengerikan yang kemudian mengatarkan kita ke tengah lautan bersama mantan bosnya yang menugaskannya kembali untuk menyelidiki asal muasal virus mematikan itu guna mencari solusi dari wabah ganas yang nyaris menguasai bumi.

Cepat dan menegangkan, dua elemen itu saja sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan situasi di World War Z, namun kesenangannya tidak hanya itu. Jika kamu merasa sudah pernah melihat zombie dalam jumlah yang banyak maka ini dipastikan akan membungkamu.

World War Z mempersembahkan sebuah skala raksasa, menggabungkan sub genre zombie dan film bencana medis Dan seperti ingin menjelaskan judulnya ini memang benar-benar perang dunia melawan zombie yang melibatkan tidak hanya ratusan namun jutaan mayat hidup CGI yang tumpah ruah bak gelombang besar air bah kotor yang nyaris menyapu peradaban.

Settingnya juga luas, dari lorong-lorong apartemen dan laboratorium sempit, pesawat udara sampai negara-negara besar (Amerika Serikat, Korea Selatan, Israel dan Wales) yang kesemuanya diinjeksi dengan ketegangan tingkat tinggi yang nyaris tidak memberikanmu jeda untuk bernafas dan melupakan level blood dan gore-nya yang rendah.

Naskah adaptasi garapan Matthew Michael Carnahan yang turut dipoles Drew Goddard (The Cabin in the WoodsCloverfield) dan Damon Lindelof (Prometheus) mungkin sederhana, it’s all about survival namun hasil akhinya solid. Elemen-elemen lain yang mengkombinasikan klasik dan modern dari atmosfer mencekam dan scoring mengerikan Marco Beltrami sampai elemen keluarga yang hangat dan penyelidikan virus ala spy movie dan kejutan-kejutan kecil lainnya yang mampu membuat World War Z menjadi jauh lebih menyenangkan karena ada sesuatu yang bisa kita simak ketimbang hanya melihat manusia-manusia di dalamnya semata-mata bertahan hidup dari gigitan zombie.

World War Z jelas adalah kejutan yang menyenangkan di musim panas ini. Sampai akhir tahun lalu kita tidak merasakan kehadirannya namun traillernya memberikan kita sedikit gambaran apa yang ditawarkan dan coba lihat apa yang terjadi sekarang?

Ini adalah salah satu film zombie terbaik yang pernah ada, bukan hanya karena menawarkan skala super besar, efek CGI canggih dengan budget raksasa serta disutrdarai sutradara sekaliber Marc Forster dengan bintang Brad Pitt saja namun ini adalah semua kombinasi maut dari semua keasikan yang kamu temukan dalam film-film zombie dengan polesan ketegangan dan keseruan yang jempolan.

Download Film World War z Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film World War z Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.

INFO

Released
21 June 2013 (USA)
Country
USA | Malta
Language
English
Genre
Action | Drama | Horror | Sci Fi | Thriller
Director
Marc Forster
Writers
Matthew Michael Carnahan (screenplay), Drew Goddard (screenplay), 4 more credits »
Starcast
Brad Pitt, Mireille Enos, Daniella Kertesz | See full cast and crew
Rating
 7,2/10


Screenshoot Film






Link Download

Tusfiles
Klik Disini

Sunday, May 31, 2015

Download Film The Amazing Spiderman Subtitle Indonesia




Review :
The Amazing Spiderman, film 3D terbaru dari Marvel ini sudah tidak diperankan oleh Tobey Maguire sebagai Peter Parker. Peran Peter Parker disini digantikan oleh Andrew Garfield. Tidak hanya Peter Parker, namun Mary Jane yang sebelumnya menjadi kekasih Peter, sekarang menjadi Gwen Stacy yang diperankan oleh Emma Stone.

Cerita film ini juga tidak lagi meneruskan cerita dari film Spiderman sebelumnya. Film ini lebih kearah latar belakang keluarga Peter Parker. Dan perbedaan lainnya dari Spiderman sebelumnya, kali ini, pahlawan laba-laba ini harus menggunakan bantuan alat di pergelangan tangannya untuk mengeluarkan jaringnya.

The Amazing Spider-Man bercerita mengenai Peter Parker (Andrew Garfield), seorang anak SMA biasa yang ditinggal orangtuanya saat masih kecil sehingga ia dirawat oleh pamannya, Ben (Martin Sheen), dan bibinya, May (Sally Field).

Seperti remaja kebanyakan, Peter berusaha mencari tahu siapa ia sebenarnya dan bagaimana ia bisa menjadi seperti sekarang ini. Peter juga mencari cara untuk dapat bersama cinta pertamanya, Gwen Stacy (Emma Stone) dan bersama, mereka berjuang dengan cinta, komitmen dan rahasia-rahasia yang ada.

Saat Peter menemukan tas misterius kepunyaan ayahnya, ia memulai sebbuah penyelidikan untuk dapat memahami hilangnya orang tua Peter - yang menuntunnya langsung ke Oscorp dan sebuah laboratorium yang dimiliki oleh Dr. Curt Connors (Rhys Ifans), ex-partner sang ayah. Ketika Spider-Man dihadapkan dengan alter-ego Dr. Connors, The Lizard, Peter harus menggunakan kekuatannya dan memulai jalan hidupnya sebagai seorang pahlawan.

Download Film The Amazing Spiderman Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film The Amazing Spiderman Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.


INFO

Released
2012
Country
USA
Language
English
Genre
Action | Fantasy  | Thriller | Romance | Drama
Director
Marc Webb
Writers
James Vanderbilt (screenplay), Alvin Sargent (screenplay), and 4 more credits »
Starcast
Andrew Garfield, Emma Stone and Rhys Ifans
Rating
7.5/10 !!!



Screenshoot Film






Link Download

Usercloud
Klik Disini

Acefiles
Klik Disini


Thursday, May 28, 2015

Download Film Man Of Steel Subtitle Indonesia




Review:
Pertanyaan terbesar bagi kehadiran Man of Steel adalah jelas: Apakah keberadaan Christopher Nolan di belakang karakter pahlawan milik DC Comics ini mampu memanusiawikan karakter Superman seperti halnya yang pernah ia lakukan pada Batman melalui trilogi The Dark Knight (2005 – 2012)? Well… it works… at times. Bersama dengan penulis naskah David S. Goyer – yang juga merupakan penulis naskah dari trilogi The Dark Knight, Nolan mampu menyajikan sosok Kal-El/Clark Kent/Superman sebagai sosok yang membumi – meskipun Man of Steel dengan jelas menonjolkan sang pahlawan sebagai seorang yang asing di muka Bumi.

Arahan sutradara Zack Snyder juga cukup berhasil membuat Man of Steel hadir sebagai sebuah presentasi film aksi yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan untuk mengisahkan kembali masa lalu serta berbagai problema kepribadian yang dimiliki oleh Kal-El/Clark Kent/Superman tersebut, Man of Steel sayangnya hadir dengan karakter-karakter yang kurang tergali dengan baik, alur penceritaan yang terburu-buru serta – seperti kebanyakan film arahan Snyder lainnya, berusaha berbicara terlalu banyak namun gagal tereksekusi dengan baik. Man of Steel is the Batman Begins of this newly rejuvenated franchise. So it’s basically Superman Begins. A new beginning. A reboot.

Dikisahkan, Superman, yang oleh orangtua kandungnya, Jor-El (Russell Crowe) dan Lara Lor-Van (Ayelet Zurer), diberi nama Kal-El, terlahir di sebuah planet bernama Krypton di masa-masa planet tersebut sedang menghadapi dua masalah besar: Krypton berada di ambang kehancuran dan pimpinan militer planet tersebut, General Zod (Michael Shannon), sedang melakukan kudeta terhadap para pemimpin planet – yang kemudian berusaha digagalkan Jor-El. Jor-El dan Lara Lor-Van sendiri kemudian mengirimkan Kal-El ke Bumi demi keselamatan sang anak.

General Zod yang mengetahui rencana tersebut kemudian bersumpah untuk mencari Kal-El dan membalaskan dendamnya. Sesampainya di Bumi, Kal-El kemudian diadopsi oleh pasangan petani, Jonathan (Kevin Costner) dan Martha Kent (Diane Lane), dan memberinya nama Clark Kent (Cooper  Timberline/Dylan Sprayberry/Henry Cavill).

Meskipun Pa Kent berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan identitas Clark Kent yang sesungguhnya, namun secara perlahan, Clark Kent mulai menyadari bahwa dirinya memiliki sebuah kekuatan berbeda dari manusia biasa yang sekaligus membuatnya terasing dari pergaulan luas. Dari titik tersebut, Clark Kent memulai perjalanan untuk mulai mencari siapa jati dirinya yang sesungguhnya.

Di saat yang bersamaan, General Zod akhirnya bisa mengendus lokasi keberadaan sosok yang paling dicarinya selama ini dan mulai mengerahkan pasukannya untuk menangkap Kal-El/Clark Kent.

Momen-momen keemasan Man of Steel jelas berada di bagian awal dan akhir film – plot yang bercerita mengenai kondisi planet Krypton serta momen ketika Superman akhirnya berhadapan dengan General Zod. Sementara itu, bagian pertengahan film, yang seharusnya menjadi elemen krusial bagi pembangunan ikatan emosional jalan cerita film ini kepada para penontonnya, hadir dengan penceritaan yang kurang mampu tertata dengan baik.

Bagian tersebut memang dihadirkan sebagai alat untuk penyampaian kisah mengenai bagaimana karakter Clark Kent menjalani masa pertumbuhannya sebagai warga Bumi serta perkembangan psikologis sang pahlawan dalam menemukan kekuatannya. Sayangnya, Man of Steel seperti berusaha untuk merangkum banyak kisah kehidupan sang karakter namun gagal untuk dipresentasikan dengan memuaskan – lebih sering terasa sebagai kilasan kehidupan karakter Clark Kent daripada sebagai sebagai sebuah narasi lengkap.

Sebuah keterburu-buruan yang menghilangkan kesempatan penonton untuk mengenal karakter Superman secara lebih mendalam sekaligus meminimalisir keterlibatan Kevin Costner dan Diane Lane yang sebenarnya tampil cukup emosional di dalam jalan cerita. Jalan cerita Man of Steel mulai terasa kembali terorganisir dengan cukup baik ketika film ini beralih pada paruh ketiga penceritaan dimana karakter Superman dan General Zod akhirnya saling berhadapan.

Meskipun terdapat beberapa inkonsistensi – karakter Superman menyarankan seorang penduduk untuk masuk ke rumahnya agar lebih aman namun di saat yang sama kemudian dengan leluasa menghancurkan berbagai gedung yang pastinya berisi banyak umat manusia saat ia sedang bertarung dengan General Zod, namun Snyder mampu menggambarkan berbagai kekacauan yang hadir di sepanjang adegan pertarungan tersebut dengan baik sekaligus meningkatkan intensitas jalan cerita yang terlanjur melempem di paruh kedua.

Dukungan tata sinematografi arahan Amir Mokri dan tata musik Hans Zimmer – yang terdengar begitu familiar – juga semakin mendukung kepadatan intensitas film ini. Berbicara mengenai pengarahan Snyder… well… rasanya sangat jelas bahwa Snyder dalam Man of Steel terkesan hanyalah sebagai boneka bagi Christopher Nolan: ia cukup bertugas sebagai pengeksekusi dari berbagai langkah penceritaan yang telah disediakan Nolan dan David S. Goyer untuknya – yang sebenarnya juga mengikuti deretan pola penceritaan mereka pada trilogi The Dark Knight terdahulu. Mereka yang mengikuti karir Snyder pasti dapat merasakan bahwa Snyder meninggalkan seluruh gaya khas pengarahan filmnya.

Di sisi lain, melihat kehadiran Snyder tanpa berbagai ciri khas visual pengarahannya, bukankah adalah sangat miris untuk menyadari bahwa Snyder adalah seorang sutradara dengan visi serta kemampuan pengarahan cerita yang… dangkal?

Henry Cavill sendiri memberikan penampilan yang sangat memuaskan sebagai Clark Kent/Superman. Tidak hanya memiliki penampilan fisik yang tampan sekaligus gagah, Cavill juga mampu menghadirkan kharisma seorang good old fashioned boy next door yang memang telah menjadi karakteristik seorang Clark Kent/Superman secara alami. Kemampuan akting Cavill juga jelas tidak mengecewakan – ia mampu menghidupkan karakter yang ia perankan dengan baik tanpa pernah terasa berlebihan dalam menginterpretasikan sosok pahlawan super yang ia bawakan. Kombinasi kualitas tersebut secara mudah menjadikan Cavill sebagai pemeran Clark Kent/Superman yang paling berkharisma setelah Christopher Reeve.

Penampilan Cavill di departemen akting juga didukung dengan nama-nama yang jelas tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Sebagai karakter antagonis utama, Michael Shannon berhasil hadir dengan penampilan watak yang memikat. Terkesan seperti penampilan kelas dua dari karakter John Givings yang ia perankan di Revolutionary Road (2008) but still… it works. Meskipun hadir dalam porsi penceritaan yang terbatas, Kevin Costner dan Diane Lane mampu memberikan penampilan yang cukup emosional. Sama halnya dengan Amy Adams, yang seperti biasa, dengan mudah menyerap masuk ke dalam setiap karakter yang ia perankan – meskipun harus diakui chemistry yang ia jalin bersama Cavill masih terasa goyah di beberapa bagian.

Russell Crowe juga tidak mengecewakan dalam perannya sebagai Jor-El walaupun harus diakui masih sering terlihat datar sementara Lauren Fishburne sayangnya tampil begitu sia-sia dengan perannya sebagai Perry White yang begitu terbatas ruang gerak dan perannya.

Mungkin jika Christopher Nolan dan David S. Goyer tidak terlalu bergantung dengan formula penceritaan yang telah pernah diaplikasikan sebelumnya oleh trilogi The Dark Knight dan memberikan ruang gerak yang lebih luas pada Zack Snyder, Man of Steel akan mampu tampil lebih mengesankan. Kecuali pada pendekatan yang lebih mengarah sebagai sebuah petualangan fiksi ilmiah, Man of Steel nyaris sama sekali tidak memberikan sesuatu yang baru pada presentasi ceritanya.

Pemilihan Henry Cavill sebagai pemeran Clark Kent/Superman jelas layak untuk mendapatkan kredit lebih – hal yang sama juga berlaku dengan pemilihan deretan pengisi jajaran pemeran lainnya. Namun pengelolaan drama tentang pergulatan masa lalu sang pahlawan super yang berjalan terlalu datar dengan karakter-karakter pendukung yang kurang mampu tergali dengan baik yang akhirnya membuat Man of Steel terasa begitu dingin layaknya… well… potongan logam besi. Sebuah usaha yang kuat… tetapi masih belum mampu untuk tampil istimewa.
Sumber,

Download Film Man Of Steel Subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film Man Of Steel Subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.


INFO

Man of Steel (2013)
PG-13  |  143 min  |  Action, Adventure, Fantasy  | 14 June 2013 (USA)

Ratings: 7.2/10 



Screenshoot Film






Link Download

Tusfiles

Acefile


Wednesday, May 27, 2015

Download Film The Avengers 2 : Age Of Ultron subtitle Indonesia



Review:
Perjuangan yang sedang dilakukan oleh Marvel sebenarnya bukan cuma pada usaha untuk memperluas cinematic universe milik mereka yang tahun ini resmi mengakhiri fase keduanya, tapi disisi lain Marvel juga terus berusaha mempertahankan standard yang telah mereka raih untuk kemudian naik ke level selanjutnya. Usaha tersebut yang terasa menarik karena ciri khas sebagai fun superhero yang telah lekat dengan mereka justru menjadikan film-film rilisan Marvel perlahan terasa serupa tapi tak sama. Avengers: Age of Ultron seperti sebuah déjà vu yang celakanya masih mampu berdiri tegak karena diramu dengan cermat.

Tony Stark (Robert Downey Jr) masih belum lepas dari sikap ambisius miliknya, dan kali ini sang Iron Man mencoba untuk menciptakan sebuah program yang lebih besar dan lebih kuat dari Jarvis. Celakanya proyek yang menggunakan tongkat milik Loki itu hanya ia lakukan bersama Hulk (Mark Ruffalo), sehingga ketika sedang santai seusai pesta Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hawkeye (Jeremy Renner) dan anggota tim lainnya sangat terkejut ketika sosok misterius hasil proyek tadi bernama Ultron (James Spader) menghampiri mereka dan mengatakan siap untuk melindungi kedamaian dunia namun cara pertama yang ingin ia lakukan adalah dengan memusnahkan The Avengers.

Hal yang paling mengejutkan dari Avengers: Age of Ultron adalah sepintas ia masih akan membuat kamu menilainya sebagai aksi berkumpulnya superhero untuk menyelamatkan dunia dengan cara yang serius tapi santai, tapi ternyata dibalik itu Joss Whedon sejak sinopsis saja menjejali Age of Ultron dengan materi-materi yang terbilang rumit dan bukan tidak mungkin akan membuat beberapa diantara kamu terkejut ketika mereka hadir. Dan semakin seru ketika hal berbeda yang mencoba menjadikan cerita dan karakter terasa lebih gelap itu tampil dengan cara yang berani.

Masih dipenuhi dengan lelucon kecil dalam jumlah besar yang oke tapi alur cerita sendiri terasa sangat jauh lebih liar jika dibandingkan dengan The Avengers tiga tahun lalu, dan disitu pula alasan mengapa Avengers: Age of Ultron tidak berhasil duduk sejajar dengan kakaknya tersebut. The Avengers itu ibarat pesta, menyaksikan superhero berkumpul jadi satu lalu menjalankan sebuah misi yang simple jika menilik kekuatan yang mereka miliki. Tujuan utamanya sederhana lalu fokusnya juga jelas, disamping itu kita menemukan interaksi antar karakter yang belum begitu matang sehingga kejutan-kejutan kecil terasa sangat mengasyikkan.

Hal itu sepertinya diantisipasi oleh Joss Whedon disini sehingga ia mencoba sedikit memutar arah untuk memberikan kita cerita yang lebih dalam bukan hanya satu atau dua tapi bagi mayoritas anggota utama The Avengers dan itu tanpa mengurangi kenikmatan dari jualan utama lain yang dinantikan oleh penonton, sajian visual yang menarik dipenuhi denga action sequence yang oke.

Masalahnya disini adalah usaha Joss Whedon tadi tidak pernah berdiri kokoh ketika Avengers: Age of Ultron berakhir. Jadi tidak perlu heran jika kamu akan merasa anti-klimaks ketika Iron Man, Thor, dan Captain America kembali berpisah dengan air mata gentlemen mereka, karena sejak awal taruhan “menyelamatkan dunia” yang mereka usung tidak pernah meraih titik tertinggi. Ini lebih terasa seperti latihan bagi The Avengers dan itu hadir dengan formula yang telah mereka pahami betul, lalu di tengah cerita diselingi dengan usaha menghadapi self evil yang digunakan dengan baik untuk memberikan kamu beberapa kejutan menarik dari beberapa karakter.

Isu-isu tentang mankind yang di usung memang terhitung oke walaupun lagi-lagi tidak pernah menciptakan hit yang tinggi untuk membuat penonton menelisik sedikit lebih dalam. Disini Joss Whedon seperti testing the water, ia mencoba membuat tone cerita lebih serius tapi tidak pernah mempermainkan penonton terlalu lama dibagian tersebut, beberapa akan merasa itu pilihan yang tepat tapi tidak sedikit pula yang akan merasa kesal karena tone yang sedikit lebih gelap itu punya potensi untuk menjadi sebuah kejutan yang manis.

Kamu pasti akan pulang dengan senyuman puas tapi jangan kaget jika senyuman tadi juga ditemani dengan sedikit rasa hampa. Jika tiga tahun lalu ketika Iron Man sukses melakukan penyelamatan menegangkan kita akan bertepuk tangan penuh gembira, disini ketika Captain America menyapa The Avengers kita akan bertepuk tangan karena mereka berhasil menjalankan tugasnya. V

isual efek yang sangat memukau, kinerja akting juga oke terlebih dengan tik-tok pada bagian lelucon, beberapa gambar cantik yang mampu membuat kamu bergumam wow, semuanya digerakkan dengan cepat, tapi ada rasa hampa ketika ia berakhir, karena meskipun berhasil menciptakan pondasi bagi masa depan waralaba mereka Avengers: Age of Ultron secara mengejutkan tidak memberikan kejutan yang mengejutkan.

Download Film The Avengers 2 : Age Of Ultron subtitle Indonesia - Kali Ini Admin Akan Membagikan Link Download Film The Avengers 2 : Age Of Ultron subtitle Indonesia. Spesial untuk anda Yang Sudah Mengunjungi blog ini Terima Kasih jangan lupa share untuk membantu admin.

INFO

Released
1 May 2015 (USA)
Country
USA
Language
English
Genre
Action | Adventure | Sci Fi | Thriller
Director
Joss Whedon
Writers
Joss Whedon, Stan Lee (comic book), 1 more credit »
Starcast
Robert Downey Jr., Chris Evans, Mark Ruffalo | See full cast and crew »
Rating
 8.5/10



Screenshoot Film






Link Downoad

Tusfiles

Acefile